Selasa, 10 Maret 2020

TAK TAHAN MENAHAN SAKIT, PASIEN FIRMAN MENGHEMBUSKAN NAPAS TERAKHIR DI RUSD LEUWILIANG - BOGOR.


Bogor, Teropongtimeindonesia.com -
"Firman yg lahir pada tanggal 28 Juli 2015, anak dari Siti Nurhasanah & Ahmad Firdaus tak kuat menahan sakit, akhirnya meghembuskan napas terakhir di RSUD LEUWILIANG - BOGOR, Firman sudah dua kali masuk rumah sakit RSUD CIBITUNG - BEKASI, & sudah dua kali masuk ruang oprasi, karena kondisi firman paska oprasi tidak ada perubahan, akhirnya orang tua firman melarikan anaknya kerumah sakit LEUWILIANG - BOGOR, dengan harapan penyaki Firman dapat disembuhkan. Sungguh naas ternyata pelayanan Rumah Sakit RSUD LEUWILIANG - BOGOR, tidak sesuai harapan Ibunda Firman, pasalnya anaknya sudah dua hari di ruang IGD, Firman tidak dipindahkan ke ruang rawat inap, kata Ibunda Firman setelah dikonfirmasi oleh awak media online dini hari, dirumah sakit RSUD LEUWILIANG - BOGOR. (09/03/2020)

"Firman terakhir dirawat dirumah sakit RUSD LEUWILIANG - BOGOR, sejak tanggal 04 Maret 2020, orang tua Firman berharap anaknya dapat disembuhkan, dengan nada sedih, dia selalu berdoa & berusaha semaksimal mungkin apapun caranya, berapapun biayanya untuk pengobatan anaknya akan dia lakukan, namun takdir bicara lain, Firman akhirnya tidak kuat menahan sakit & akhirnya menghembuskan napas terakhir. Luka mendalam yg dialami orang tua Firman atas kepergian anak tercintanya untuk selama - lamanya pukul 08.20 wib, di RSUD LEUWILIANG - BOGOR, semoga Firman ditempatkan yg terbaik disisimu ya Rab, setelah dikonfirmasi oleh awak media online dini hari, pukul 09.00 wib." Pungkasnya.

"Pukul 09.30 wib, Firman langsung dibawa kerumah duka didaerah Bogor, kesedihan yg sangat mendalam dialami oleh orang tua Firman, dia juga berharap kepada pemerintah daerah & pusat agar dapat memberikan pengawasan terhadap pihak rumah sakit baik rumah sakit suwasta & rumah sakit pemerintah, agar dapat memberikan pelayanan yg maksimal terhadap para pasien yg sakit, katanya," asuransi BPJS. Kesehatan & Kartu Indonesia Sehat(KIS), merupakan program pemerintah yg harus dicanangkan, karena banyak rumah sakit suwasta & pemerintah, yg tidak mengikuti aturan yg ada, apabila terbukti melanggar aturan, maka rumah sakit tersebut harus diberikan sanksi, hal ini menyangkut kesehatan masyarakat, katanya, yg wajib dilaksanakan, diantaranya kartu KIS & BPJS. KESEHATAN, fakta dilapangan banyak rumah sakit yg memberikan pelayanan terhadap pasien tidak sesuai apa yg diharapkan," pungkasnya(Mistarno/Erman)

Tidak ada komentar:

Terkini

Danrem 143/HO Serahkan Secara Simbolis Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Gugus Tugas Nasional Covid 19 Kepada Gubernur Sulawesi Tenggara.

Kendar,Teropongtimeindonesia.com – Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Gugus Tugas Nasional penanganan penyebaran virus Corona (Covi...