Kamis, 19 Maret 2020

Polsek Kolaka, Diduga Tak Adil Dalam Menangani Kasus Penganiayaan



Kolaka,Teropongtimeindonesia.com - Kepolisian sektor (Polsek) Kota Kolaka, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra). Diduga tidak adil dalam menangani kasus penganiayaan terhadap Nikolas Paat.

Hingga saat ini, kasus tersebut terus bergulir. Dan pihak kepolisian Polsek Kolaka telah menetapkan Sdr Nikolas Paat sebagai tersangka padahal dia adalah korban.

"Motif dari persoalan itu adalah terkait masalah Tanah Ulayat yang terletak di wilayah Lalombaa atau kampung tua menjadi pemicu terjadinya penganiayaan"

Penanganan kasus ini diduga tidak adil. Pasalnya Polsek Kolaka menetapkan Nikolas Paat sebagai tersangka dan saat ini mendekam di rumah tahanan negara (Rutan) Kolaka. Ujar Arna (Istri korban). Rabu malam (18/3/20).


Istri korban meminta agar dilakukan penanganan secara profesional dan berintegritas dalam memproses kasus penganiayaan terhadap Nicolas Paat yang terjadi di dalam rumah kostnya sejak tanggal 11 November 2019 lalu.

"Keluarga korban meminta laporan baliknya segera diproses secara hukum. Berdasarkan laporan polisi Nomor: TBL/15/XI/2019/Sultra/Res Klk/Sek Klk" pada hari Selasa tanggal 11 November 2019. ungkap Arna.

Kemudian, Arna (Istri Korban) menceritakan kronologi kasus tersebut. Menurutnya penganiayaan yang terjadi pada senin tanggal 11 November 2019 sekitar pukul 20:30 Wita.

Saat itu, Sdr Nikolas Paat berada didalam rumah kost milik H. Sima di jalan pelanduk, Kelurahan Lalomba, Kecamatan/Kabupaten Kolaka, tiba-tiba datang 3 orang lelaki bertamu dirumahnya dan berkata tanah yang kamu kerja tidak benar kamu beli.

Kemudian, Nikolas Paat menjawab, bahwa tanah yang saya kerja 'benar' tanah sudah di beli dari Ibu Haji. Saenab. Hal itu, juga dibenarkan Sdr Bastian, bahwa tanah yang dikerja Pak Nikolas Paat adalah tanah yang dia beli (miliknya).

Lalu datang Sdr Jaa langsung duduk disamping Sdr Nikolas dan sekitar 10 menit kemudian datang Sdr Manta sempat berbicara dengan Sdr Bastian. Tiba-tiba Sdr Manta memegang kerak baju milik Pak Nikolas Paat hingga menimbulkan rasa sakit pada lehernya, dengan spontan Sdr Nikolas langsung memukul dengan kepalan tangan pada bagian muka.

Dan saat kejadian itu, Sdr Jaa langsung memeluk dan membanting Sdr Nikolas. Beruntung di telarai oleh saksi-saksi yang ada di TKP. Setelah datang petugas kepolisian untuk mengamankan Sdr Nikolas Paat, dan Sdr Manta langsung memukul Sdr Nikolas di bagian rusuk kiri.

"Akibat kejadian tersebut, Sdr Nikolas Paat mengalami rasa sakit di bagian leher dan bagian rusuk kiri. Dan kejadian itu pula, Sdr Nicolas Paat langsung dibawah ke Polsek Kolaka untuk di proses lebih lanjut sekaligus dilakukan penahanan tanpa ada surat penangkapan," tutur Arna.

Lanjutnya, beruntung pada waktu itu dilerai oleh sdr Bastian saat kejadian. "Cobanya sdr Bastian tidak ada saat kejadian tersebut, bapak Nikolas Paat kemungkinan akan mengalami hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, Lince Paat (keluarga korban) setelah mendengar kabar jika adiknya Nikolas Paat terjerat kasus penganiayaan. Dirinya langsung mendatangi Makopolsek Kolaka untuk mempertanyakan persoalan apa yang menimpa adiknya itu.

"Kenapa ditahan adik saya (Nikolas Paat). Menurutnya, dia adalah korban penganiayaan oleh Manta," kata Lince Paat.

Kemudian Lince Paat, menyayangkan pihak kepolisian saat mengamankan Nikolas Paat karena lalai dan tidak dapat melindungi sehingga Pak Manta sempat melakukan pemukulan terhadap Nokalas pada waktu itu.

"Keluarga korban minta keadilan dan berharap kepada Polsek Kolaka. Sekiranya dapat memproses secara hukum Pak Manta karena dia juga telah melakukan penganiayaan terhadap Nikolas Paat. Buktinya, ada hasil visum dan baju robek," tutur Lince Paat.

Padahal, peristiwa tersebut sempat mau diselesaikan secara kekeluargaan atau secara adat. Namun Pak Manta menolak dan berkata silahkan panggil pengacaranya.

Dikonfirmasi melalui WhatsApp (telpon), Kapolsek Kolaka Usman Lanna, SH belum memberikan keterangan resmi dikarenakan ia sibuk dan sedang menghadiri kegiatan Vicon di Polres Kolaka.

Laporan:Tim

Tidak ada komentar:

Terkini

Para Tokoh Ajak Perkuat Kebersaman & Taati Anjuran Pemerintah Dalam Menangani Wabah Corona

Ketua Harian Dewan Rohaniwan Pengurus Pusat Majelis Tinggi Agama Konghucu Ws Budi Suniarto SE, MBA Jakarta,Teropongtimeindonesia.com ...