Sabtu, 07 Maret 2020

KETUA DAN WAKIL KETUA RELAWAN KESEHATAN INDEPENDEN JABAR DAMPINGI PASIEN DI RSUD LEUWILIANG KABUPATEN BOGOR DI BUAT KECEWA DENGAN PENANGANANYA YANG KURANG MEMUASKAN.



Bogor, Teropongtimeindonesia.com -
"Ketua dan Wakil Ketua Team Relawan Kesehatan Independen Kab - Bekasi. Yang bernama "Yulia Anita Sulisda dan Mistarno BM. Mengevakuasi pasien yang bernama Firman Maulana Pirdaus, di Rumah Sakit RSUD Leuwiliang - Bogor, Firman lahir pada tanggal 28 Juli 2015, sebelumnya Firman pernah di Rawat di RSUD Cibitung - Bekasi, Firman mingidap penyakit dinding usus, yang menyebakan perutnya membesar, kata dr. Nanang, dia adalah dr. RSUD Cibitung - Bekasi. (06/03/2020)

Orang tua Firman yg bernama Siti Nurhasanah dan Ahmad Firdaus mengatakan kepada awak media online, "Firman anak saya sudah menjalankan oprasi yang kedua kalinya di RSUD Cibitung, sampai hari ini belum mebuahkan hasil yang maksimal, kata Ibunda Firman, bahkan sampai saat ini keadaan perut anak saya masih membuncit, saya merasa kecewa oleh pihak rumah sakit RSUD Cibitung karena hasil oprasi yang dilakukan oleh pihak rumah sakit, tidak membuahkan hasil yang maksimal, saya terpaksa meminta anak saya harus di pulangkan dari rumah sakit RSUD Cibitung, karena sampai sekarang ini kondisi anak saya belum ada perubahan sesuai apa yang diharapkan kata Ibunda Firman, dengan nada sedih, saya akan terus berusaha menemani dan membawa anak saya kerumah sakit yang lebih baik dari rumah sakit sebelumua," Pungkasnya.

"Pada tanggal 04 Maret 2020 Firman dilarikan ke Rumah Sakit RSUD Leuwiliang, Kab. Bogor, selama dua hari Firman dirawat di IGD, sudah hampir dua hari pasien atas nama Firman belum mendapatkan kamar rawat Inap, kata pihak rumah sakit, ruang rawat inap penuh/ tidak ada ruangan yg kosong, katanya, Ketua & Wakil ketua Team Relawan Kesehatan Independen Kab. Bekasi, Yulia Anita Sulisda dan Mistarno BM akhirnya terjun langsung kelokasi kejadian untuk memastikan apakah ruang rawat Inap Rumah Sakit RSUD Leuwiliang - Bogor, benar - benar sudah penuh atau tidak ada ruangan rawat inap yang kosong," kata Mistarno BM, & dia juga mengatakan ternyata setelah dikroscek ruangan masih ada yang kosong, ada permainan apa dengan rumah sakit RSUD Leuwiliang - Bogor, kata Mistarno BM, dia sudah memberikan informasi tidak benar terhadap orang tua pasien atas nama Firman," Pungkasnya.

"Siti Nurhasanah & Ahmad Firdaus adalah masyarakat yg tidak mampu, jangankan untuk biaya pengobatan anaknya, biaya kebutuhan sehari - harinya saja masih kekurangan, kata siti Nurhasanah Ibunda Firman, setelah dikonfirmasi oleh awak media online dini hari pukul 13.00 wib, di RSUD Leuwiliang, dia merasa bingung dan cemas karena selama ini anaknya yang bernama Firman belum memiliki kartu KIS, untuk biaya pengobatan anaknya, kata Ibunda Firman. "ucap sukur alhamdulilah  Mistarno BM dan Yulia Anita Sulisda, selaku Ketua dan Wakil ketua team Relawan Kesehatan Independen Kab. Bekasi telah membantu dan mengurus kartu KIS atau memakai jamkesda atas nama Firman, untuk pengobatan kerumah sakit "katanya, selain itu ketua dan wakil ketua team Relawan Kesehatan Independen Kab. Bekasi, selalu mengawal dan mendampingi anak pasien yg bernama Firman untuk pengobatan kerumah sakit," Pungkasnya.(E.M)

1 komentar:

Unknown mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Terkini

Danrem 143/HO Serahkan Secara Simbolis Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Gugus Tugas Nasional Covid 19 Kepada Gubernur Sulawesi Tenggara.

Kendar,Teropongtimeindonesia.com – Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Gugus Tugas Nasional penanganan penyebaran virus Corona (Covi...