Skip to main content

Ngobrol Santai Bersama Menteri PPN Suharso Monoarfa Dalam Acara Coffee Morning


Jakarta,Teropongtimeindonesia.com - Bertempat di Ruang Rapat Djunaedi Hadisumarto, Gedung Kementerian PPN/Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa melaksanakan Coffee Morning yang berjudul “Integrated Digital Workplace & Smart Office” pada hari Jum’at (14/02/2020) pagi hari. Acara ini juga dihadiri oleh jajaran Deputi serta pegawai Bappenas.

Dalam acara Coffee Morning ini, Kementerian PPN/Bappenas memaparkan tentang program-program yang akan dikerjakan selama satu tahun kedepan serta tentang penilaian kerja para pegawai Bappenas.

“Kementerian PPN/Bappenas ini akan menjadi contoh di Indonesia yang sudah menerapkan Flexible Work. Flexible Work ini adalah kebijakan yang membuat Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat bekerja tanpa harus ngantor secara konvensional,” ujar Menteri Suharso.

“Pola Flexi Work ini perlahan demi perlahan akan mengubah pola yang lama ke pola yang baru. Sehingga diharapkan produktivitas kerja dapat naik,” kata Menteri PPN/Kepala Bappenas yang juga menjabat Ketum PPP ini.

Dalam kesempatan ini, Menteri PPN/Kepala Bappenas juga menganalogikan kinerja Flexi Work serupa dengan pembangunan Candi Borobudur.  Candi yang dibangun pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra ini berhasil menjadi warisan atau legacy bagi umat Buddha di Indonesia.

Nantinya Menteri Suharso suatu saat berharap bahwa kinerja Flexible Work yang sudah diterapkan di Kementerian PPN/Bappenas bisa menjadi warisan yang berguna.

“Saya berharap suatu saat Flexi Work ini bisa seperti Candi Borobudur. Meninggalkan warisan yang berharga bagi generasi setelahnya,” ungkap Menteri Suharso.

Dalam kesempatan ini juga, Sekretaris Kementerian PPN/Bappenas Himawan Hariyoga serta Inspektur Kementerian PPN Wismana Adi Suryabrata juga memberikan sambutannya didepan peserta acara Coffee Morning di Kementerian PPN/Bappenas.

Jumat 14 Februari 2020
Tim Komunikasi Publik
Kementerian PPN/Bappenas

Comments

Popular posts from this blog

MENUJU INDONESIA BARU MELALUI DEMOKRASI

Baru saja Rakyat Indonesia mengalami peristiwa bersejarah dalam proses demokrasi di Indonesia yakni pemilihan presiden dan wakil yang baru saja berlangsung pada tanggal17 April 2019, dalam pilpres kali ini ada 2 pasangan calon yang bersaing untuk merebut siggasana presiden dan wakil presiden RI yakni pasangan Jokowi-Makruf sekaligus sebagai petahana yang mendapat no urut 01 dan pasangan Prabowo-Sandi dengan nomor urut 02. Pada pemilu kali ini persaingan begitu panas antara kedua tim paslon, belum pernah terjadi dalam sejarah pemilihan pilpresdi Indonesia situasi yang seperti ini. Dimulai sejak sebelum penentuan masa kampanye sampai detik-detik terakhir perhitungan suarahasil pilpres situasi makin panas. Pasangan Jokowi-Makruf sebagai petahana sebenarnya sangat diuntungkan dalam situasi ini, karena tidak mengajukan cuti pada saat pelaksanaan proses pemiihan presiden otomatisdapat menggunakan fasilitas negarauntuk kepentingan kampanyenya, ditambah lagi dengan dukungan Aparat Sipil Negar…

JAMAAH TABLIGH KELOMPOK ISLAM TERBESAR DI DUNIA

Anggota Jamaah Tabligh Jamaah Tabligh didirikan oleh syeikh Muhammad Ilyas bin Syeikh Muhammad Ismail, bermazhab Hanafi, Dyupandi, al-Jisyti, Kandahlawi (1303-1364 H). Syeikh Ilyas dilahirkan di Kandahlah sebuah desa di Saharnapur, India. Ilyas sebelumnya seorang pimpinan militer Pakistan yang belajar ilmu agama, menuntut ilmu di desanya, kemudian pindah ke Delhi sampai berhasil menyelesaikan pelajarannya di sekolah Dioband, kemudian diterima di Jam’iyah Islamiyah fakultas syari’ah selesai tahun 1398 H. Sekolah Dioband ini merupakan sekolah terbesar untuk pengikut Imam Hanafi di anak benua India yang didirikan pada tahun 1283H/1867M. <> Di Indonesia, hanya membutuhkan waktu dua dekade, Jamaah Tabligh (JT) sudah menggurita. Hampir tidak ada kota di Indonesia yang belum tersentuh oleh model dakwah mereka. Tanda kebesaran dan keluasan pengaruhnya sudah ditunjukkan pada saat mengadakan “pertemuan nasional” di Pesantren  Al-Fatah Desa Temboro, Magetan, Jawa Timur pada tahun 2004. Ken…

PP No. 11/2019: Besaran Penghasilan Tetap Kades, Sekdes, dan Perangkat Desa

Jakarta,Teropongtimeindonesia.com - Dengan pertimbangan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan penyelenggaraan Pemerintahan Desa, pemerintah memandang perlu memperhatikan kesejahteraan Kepala Desa (Kades), Sekretaris Desa (Sekdes), dan Perangkat Desa lainnya melalui penyesuaian penghasilan tetap Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan perangkat Desa lainnya.
Atas pertimbangan tersebut, pemerintah memandang perlu mengubah beberapa ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Dengan pertimbangan tersebut, pada 28 Februari 2019, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tent…