Rabu, 27 November 2019

DRS.SULKARNAIN, MA, MERAIH PREDIKAT CUM LAUDE DALAM PROMOSI DOKTOR UIN MAKASSAR



 Judul Disertasi : “ Metode Dakwah Jamaah Tabligh Di Kerung-Kerung Kota Makassar”,

Makassar,TeropongTimeIndonesia.com – Pengawas Pendidikan Departemen Agama Kota Makassar Drs. Sulkarnain Maidin, M.A  resmi dinyatakan sebagai bergelar Doktor Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar pada sidang Promosi Doktor Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Selasa (26/11/2019) bertempat di ruangan Promosi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Lt. 1 UIN Alauddin Makassar, Jl. Yasin Limpo Gowa. 
Sulkarnain Maidin  juga dikenal sebagai seorang muballigh di Kota Makassar serta aktifis Jamaah Tabligh, suatu komunitas pekerja dakwah yang terbesar di dunia saat ini. Sulkarnain Maidin  dalam Disertasinya meneliti tentang “ Metode Dakwah Jamaah Tabligh Di Kerung-Kerung Kota Makassar”,
Dalam pemaparan ilmiahnya Sulkarnain Maidin menyatakan Nama Jamaah Tabligh , bukan nama yang diciptakan komunitasnya tapi merupakan sebutan orang lain kepada mereka yang selalu melakukan dakwah dan tabligh. Dakwah mengandung arti mengajak, sedangkan tabligh berarti menyampaikan kebaikan.
Jamaah Tabligh, dijelaskan Sulkarnain, bukan sebuah organisasi atau kelompok, tapi kumpulan kaum muslimin yang ingin melaksanakan apa yang diperintahkan Al Qur’an dan dicontohkan Rasulallah SAW.
Jamaah Tabligh tidak punya misi apa-apa, hanya ingin berdakwah. Jadi, orang sering istilahkan jamaah ini bukan organisas tapi sorganisasi (plesetan dari organisasi yang fokus mencari surga). Bagaimana orang untuk bisa masuk surga dunia dan surga akhirat,” kata Sulkarnain.
Jamaah Tabligh adalah salah satu jamaah atau kelompok yang berjuang dalam bidang dakwah yang usaha dan pengaruhnya tidak dapat dimungkiri, di mana dengan cara dakwah mereka, banyak umat Islam yang sebelumnya tidak pernah mengerjakan shalat atau malah tidak mengenalnya, kembali menunaikannya dan bersungguh-sungguh pada ajaran Islam lainnya. Tetapi, sebagaimana juga jamaah atau kelompok lain dalam tubuh umat Islam, Jamaah Tabligh juga tidak terlepas dari kritikan, baik terhadap konsep dan pemahaman mereka ataupun terhadap cara dan metode mereka dalam berdakwah, seperti konsep mereka dengan hanya melakukan amar ma’ruf dan meninggalkan nahi mungkarnya, atau metode khuruj (keluar) untuk dakwah yang menjadi ciri khas mereka serta adanya sebagian mereka yang meninggalkan kewajiban terhadap keluarga demi untuk khuruj itu.
 Sulkarnain Maidin saat menjawab pertanyaan tim penguji)

Sulkarnain juga menyampaiakan beberapa dalil yangmemperkuat jamaah ini antara lain adalah :
Allah SWT berfirman, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia,  menyuruh kepada yang makruf dan  mencegah dari   yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS Ali Imran [3]: 110).
            Dalam ayat lain Allah SWT menegaskan, “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata, "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?" (QS Fushshilat [41]: 33).

            Rasulullah SAW juga menyampaikan kewajiban dakwah umat Islam ini. “Demi Allah, sungguh hidayah Allah yang diberikan kepada seseorang melalui perantaraanmu lebih baik bagimu dari unta-unta yang merah.” (HR Bukhari dan Muslim).
            Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia mengubahnya dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia mengubahnya dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah.” (HR Muslim, Tirmizi, Ibnu Majah, al-Nasa`i, Abu Daud, dan Ahmad).
            Sulkarnain menyampaikan sebagai umat dakwah sudah sepatutnya menyesuaikan visi hidup kita dengan visi hidup Rasulullah SAW, tentunya tidak cukup hanya menjadi baik untuk diri kita sendiri dengan melakukan ibadah-ibadah yang bersifat individual, tapi meninggalkan tangung jawab sosial. Umat Islam harus mengemban tugasnya sebagai umat terbaik yang dikeluarkan Allah SWT untuk manusia, yaitu dengan menjalankan tugas dakwahnya, mengenalkan manusia pada agama Allah SWT.
            Sulkarnain pun menjelaskan target-target secara sederhana dan mudah diterangkan yakni dengan mengamalkan agama secara sempurna, menghidupkan sunnah Baginda Rasul SAW, dan mengutamakan akhirat sebagai tujuan. Jadi, bukan dunia yang dijadikan tujuan.
Dalam melaksanakan dakwah, Jamaah Tablig memiliki metode yang disesuaikan dengan waktu luang anggotanya. Ada dakwah selama tiga hari dengan jarak radius satu kilometer atau satu kecamatan.
Kemudian, dakwah selama 40 hari dengan jarak yang lebih jauh lagi. Juga, dakwah selama empat bulan atau dakwah perjalanan jauh hingga ke luar negeri.
Sulkarnain resmi dinyatakan sebagai Doktor di bidang Ilmu Syariah oleh Pimpinan Sidang yang juga Rektor UIN Alauddin Prof Hamdan Juhannis, Sulkarnain mendapat predikat cumlaude dan menyelesaikan Program Doktoral denga hanya menempuh waktu 2 tahun 2 bulan 23 hari, menjadi mahasiswa S3  yang tercepat dalam penyelesaian studynya.

“Selamat Kepada DR. Sulkarnain Maidin , MA” Semoga Ilmunya menjadi inspirasi bagi kaum muslimin di seluruh penjuru alam.


1 komentar:

Unknown mengatakan...

Alhamdulillah

Terkini

Danrem 143/HO Serahkan Secara Simbolis Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Gugus Tugas Nasional Covid 19 Kepada Gubernur Sulawesi Tenggara.

Kendar,Teropongtimeindonesia.com – Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Gugus Tugas Nasional penanganan penyebaran virus Corona (Covi...