Jumat, 15 November 2019

BANGUN PABRIK DI TIMOR LESTE, DAHANA SIAPKAN RP 15 T



Jakarta,Teropongtimeindonesis.com - PT Dahana (Persero) akan membangun pabrik bahan peledak di Timor Leste pada 2020 mendatang. Pabrik tersebut nantinya ditargetkan bisa beroprasi pada pertengahan 2020 atau tepatnya pada Juli 2020.

Direktur Utama PT Dahana, Budi Antono, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan dana sebesar Rp 10-15 triliun untuk pembangunan pabrik di Timur Leste. Adapun kapasitas pabrik tersebut hanya sebesar 1.000 ton bahan peledak per tahunnya.

"Nanti kita bangun pabrik kebetulan tanggal 13-15 November orang Timur Leste ke sini. Negosiasi," kata dia di Kementerian BUMN, Jakarta.

BUMN yang bergerak di bidang bahan peledak komersial dan militer tersebut, selama ini hanya mensuplai bahan peledak ke Timor Leste. Dengan pembangunan pabrik tersebut diharapkan dapat lebih menguntungkan dari kedua belah pihak.

Sebelumnya, PT Dahana (Persero) menggandeng perusahaan lokal Incanto Weste Unipessoal LDA untuk keperluan peledakan di proyek kuari Tibar Bay Port Dili Timor Leste. Kerjasama ini berbuah ekspor bahan peledak Dahana ke Timor Leste yang dikirim dalam tiga kali pengiriman.

Adapun bahan peledak yang diekspor berupa dayagel, detonator electric dan non electric, detonating cord serta amonium nitrat. 

"Kami mengekspor bahan peledak ke Timor Leste untuk project kuari ini. Bahan peledak dikirim dalam tiga kali pengiriman, masing-masing pengiriman 11 kontainer dengan nilai kontrak senilai USD 420 ribu," kata Budi.

Selain pabrik bahan peledak di Timor Leste, perusahaan akan membangun pabrik bahan peledak di dalam negeri. Ketiga proyek tersebut diperkirakan menelan biaya investasi Rp 3,54 triliun.

Proyek pertama, pabrik amonium nitrat (AN) di Kaltim Industrial Estate (KIE) Bontang, Kalimantan Timur. Pabrik tersebut akan memiliki kapasitas amonium nitrat 75.000 metrik ton per tahun serta 60.000 metrik ton per tahun asam nitrat.

Pabrik tersebut merupakan proyek kerja sama Dahana dengan PT Pupuk Kaltim, dengan investasi sebesar Rp 1,1 triliun. Pabrik itu akan dibangun tahun ini dan selesai pada 2020.

Proyek kedua yaitu pabrik sphercial powder propelan. Pabrik berkapasitas 600 ton per tahun ini akan dibangun di Kawasan Energetic Material Center (EMC) Dahana di Subang, Jawa Barat. Periode pembangunan 2022-2023.  

Biaya untuk pembangunan pabrik ini sebesar Rp 2,3 triliun dan akan didanai oleh pemerintah melalui Kementerian Pertahanan.

Terakhir, pabrik elemented detonator dengan total kapasitas 8 juta potong element detonator per tahun. Pabrik ini rencananya akan dibangun di Kawasan Energetic Material Center (EMC) di Subang, Jawa Barat, dengan menggunakan teknologi Korea Selatan.

Biaya investasinya untuk pembangunan pabrik ini sekitar Rp 147,9 miliar, yang berasal dari modal perusahaan serta pinjaman perbankan. Pabrik tersebut akan dibangun pada 2019-2022.(*)

Sumber: PT Dahana - Persero

Tidak ada komentar:

Terkini

CORONA OH CORONA !

Oleh : Shamsi Ali*! Sejak kehadirannya kami banyak hal. Banyak hal yang selama ini kami lalai dan gagal paham. Terima kasih wahai Coron...