Skip to main content

Sangkala Saddiko, Terbukti & Berpengalaman, Siap Tuntaskan Pembangunan Infrastruktur Diperiode Ke 2

Teropongtimeindonesia.Com, Makassar, Sangkala Saddiko, SE merupakan salah satu dari sekian kader Politisi Partai Amanah Nasional (PAN) yang duduk di DPRD Kota Makassar, kini kembali mencalonkan diri di Pileg 2019 di daerah pemilihan yang sama yakni dapil III Kec. Tamalanrea dan Kec. Biringkanaya. Dalam sebuah wawancara khusus di kediamannya jalan paccerakkang (Kamis, 4 Januari 2019) terkait seputar pembangunan infrastruktur di wilayahnya yang saat ini dinilai banyak mengalami kemajuan yang signifikan sebagai bentuk terobosan baru dan juga sebagai bentuk komitmen atau kontribusi beliau kepada masyarakat selama dirinya menjadi wakil rakyat.

Hal ini bisa di lihat dari beberapa pekerjaan ruas jalan dan drenase dibeberapa titik seperti jalan berua, mannuruki, pajaiyang, perum. taman sudiang, laikkang hingga ke asrama haji sudiang. besarnya porsi atau volume pekerjaan di wilayahnya di banding di dikecamatan lain seperti bontoala, wajo, ujung tanah dan lainya yang hampir semua merata namun yang membedakan tersebut karena di kecamatan tam0alanrea dan biringkanaya di samping memiliki jumlah kepadatan penduduk juga terutama berkembang pesatnya pembangunan properti di wilayah tersebut.

Terlepas tupoksinya sebagai wakil rakyat yang saat ini menjabat wakil komisi C DPRD Kota Makassar dirinya tetap amanah dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. Walaupun dirinya menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang dianggapnya belum maksimal untuk direalisasikan di periode pertama ini.

Untuk itu adapun yang memotivasi dirinya untuk mencalonkan kembali  tentu amanah yang belum bisa saya laksanakan sebagaimana yang diharapkan warga, untuk itu ia berharap jika masih di beri amanah atau mandat dari rakyat di periode kedua akan saya tuntaskan. Ujarnya

Ia juga selalu intens melakukan komunikasi dengan masyarakat sekedar untuk menghimpung aspirasi atau keluhan warga, berdasarkan hasil reses atau silaturrahmi kerumah-rumah warga menurut Sangkala Saddiko yang paling banyak dikeluhkan menyangkut infrastruktur meliputi jalan, drenase, jembatan serta lampu jalan sehingga inilah yang menjadi skala prioritas kami untuk diselesaikan karna bagi kami apa yang menjadi problem solving masyarakat sudah menjadi tugas kami sebagai wakil rakyat sebagai bentuk tanggung jawab moral yang juga sekaligus keterwakilan dari dua kecamatan yang telah mengantarkan kami duduk di DPRD Makassar.

Begitupun juga menyangkut berbagai persoalan masyarakat lainnya seperti pelayanan kesehatan BPJS, KIS serta yang paling mengemuka yakni PKH yang dinilai tidak tepat sasaran atau menjadi kesenjangan sosial dimana pelayanan pkh ini menuai sorotan masyarakat karna pemerintah dianggap keliru dan kurang jeli melihat terkait penyaluran PKH dimana ada warga yang seharusnya lebih berhak untuk dapat justru sebaliknya yang dianggap tidak berhak malah dapat bantuan PKH.

Sebagai wakill rakyat dirinya telah mencoba mengkonfirmasi masalah tersebut kepihak Dinas Sosial Makassar namun pihak dinas mengatakan terkait dana alokasi PKH bukan menjadi kewenangannya karna itu langsung melalui Kementerian Sosial.

Mesti demikian pihaknya sebagai wakil rakyat tetap konsisten memperjuangkan apa yang menjadi keluhan masyarakat dengan meminta kepada pihak-pihak terkait untuk di fasilitasi dan di evaluasi kembali terutama menyangkut penyaluran bantuan PKH ini yang oleh warga di anggap tidak proporsional atau tepat sasaran.

Ia juga menambahkan terbatasnya alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur maka pihak dewan bekerjasama pemerintah kota dalam hal dinas PU Kota Makassar melakukan skala prioritas karna besarnya permintaan masyarakat yang tidak mampu mencaver satu kota makassar dengan jumlah alokasi anggaran yang tersedia. Namun demikian pihaknya akan terus berjuang untuk di masukkan dalam anggaran perubahan jika tidak tersedia dalam anggaran pokok APBD.

Untuk itu ia berharap bisa mendapat kesempatan di periode ke dua ini untuk meneruskan atau menuntaskan apa yang menjadi keinginan atau harapan masyarakat, "kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan keinginan warga, namun karna keterbatasan waktu dan kesempatan sehingga di periode kedua akan kita tuntaskan karna sudah terbukti dan berpengalaman mengawal serta mewujudkan aspirasi masyarakat bukan janji tapi bukti karya yang nyata" Ungkapnya. (Red**)

Comments

Popular posts from this blog

MENUJU INDONESIA BARU MELALUI DEMOKRASI

Baru saja Rakyat Indonesia mengalami peristiwa bersejarah dalam proses demokrasi di Indonesia yakni pemilihan presiden dan wakil yang baru saja berlangsung pada tanggal17 April 2019, dalam pilpres kali ini ada 2 pasangan calon yang bersaing untuk merebut siggasana presiden dan wakil presiden RI yakni pasangan Jokowi-Makruf sekaligus sebagai petahana yang mendapat no urut 01 dan pasangan Prabowo-Sandi dengan nomor urut 02. Pada pemilu kali ini persaingan begitu panas antara kedua tim paslon, belum pernah terjadi dalam sejarah pemilihan pilpresdi Indonesia situasi yang seperti ini. Dimulai sejak sebelum penentuan masa kampanye sampai detik-detik terakhir perhitungan suarahasil pilpres situasi makin panas. Pasangan Jokowi-Makruf sebagai petahana sebenarnya sangat diuntungkan dalam situasi ini, karena tidak mengajukan cuti pada saat pelaksanaan proses pemiihan presiden otomatisdapat menggunakan fasilitas negarauntuk kepentingan kampanyenya, ditambah lagi dengan dukungan Aparat Sipil Negar…

JAMAAH TABLIGH KELOMPOK ISLAM TERBESAR DI DUNIA

Anggota Jamaah Tabligh Jamaah Tabligh didirikan oleh syeikh Muhammad Ilyas bin Syeikh Muhammad Ismail, bermazhab Hanafi, Dyupandi, al-Jisyti, Kandahlawi (1303-1364 H). Syeikh Ilyas dilahirkan di Kandahlah sebuah desa di Saharnapur, India. Ilyas sebelumnya seorang pimpinan militer Pakistan yang belajar ilmu agama, menuntut ilmu di desanya, kemudian pindah ke Delhi sampai berhasil menyelesaikan pelajarannya di sekolah Dioband, kemudian diterima di Jam’iyah Islamiyah fakultas syari’ah selesai tahun 1398 H. Sekolah Dioband ini merupakan sekolah terbesar untuk pengikut Imam Hanafi di anak benua India yang didirikan pada tahun 1283H/1867M. <> Di Indonesia, hanya membutuhkan waktu dua dekade, Jamaah Tabligh (JT) sudah menggurita. Hampir tidak ada kota di Indonesia yang belum tersentuh oleh model dakwah mereka. Tanda kebesaran dan keluasan pengaruhnya sudah ditunjukkan pada saat mengadakan “pertemuan nasional” di Pesantren  Al-Fatah Desa Temboro, Magetan, Jawa Timur pada tahun 2004. Ken…

PP No. 11/2019: Besaran Penghasilan Tetap Kades, Sekdes, dan Perangkat Desa

Jakarta,Teropongtimeindonesia.com - Dengan pertimbangan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan penyelenggaraan Pemerintahan Desa, pemerintah memandang perlu memperhatikan kesejahteraan Kepala Desa (Kades), Sekretaris Desa (Sekdes), dan Perangkat Desa lainnya melalui penyesuaian penghasilan tetap Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan perangkat Desa lainnya.
Atas pertimbangan tersebut, pemerintah memandang perlu mengubah beberapa ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Dengan pertimbangan tersebut, pada 28 Februari 2019, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tent…