Minggu, 14 April 2019

ANALISIS DEBAT PILPRES TAHAP V 2019






Debat ke 5  pilpres  yang berlangsung semalam tanggal 13 April  2019  merupakan debat penutup  dari 5 rangkaian debat yang sudah terjadwal dari KPU Republik Indonesia. Debat kelima malam ini membahas tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, dan industri, debat semalam juga menampilkan kedua pasangan calon bersama wakilnya sebagaimana pada debat I sebelumnya.
Pada debat semalam dimulai dengan pemaparan visi dan misi singkat dari kedua calon yang berkaitan dengan  ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, dan industri, masing-masing pasangan diberi durasi waktu selama 4 menit kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan sesuai tema serta dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab dan tanggapan dari kedua paslon.
Pada debat kali ini kedua capres diberi sesi khusus dimana keduanya bebas untuk mengemukakan argument dan pertanyaan.
Dari pengamatan debat semalam dari kedua capres, mulai dari penampilan, kekompakan, visi dan misi, penguasaan materi, kemampuan dan pemahaman dalam  menjawab pertanyaan dan tanggapan maka secara keseluruhan kalau di beri penilaian maka keduanya mendapat nilai rata-rata  sebagai berikut :
-           Jokowi-Amin bila dirata-ratakan mendapat nilai 6
-          Prabowo bila dirata-ratakan mendapat nilai 9
Untuk lebih jelas mari kita simak secara ringkas bagaimana penampilan kedua paslon semalam :
1.   Penampilan dan kerjasama
Jokowi : 6
Prabowo : 9
Pada segi penampilan, dalam hal ini hal yang awal bisa dapat kita lihat dari kedua paslon adalah busananya. Sebagaimana debat sebelumnya Jokowi  tampil dengan memakai baju berwarna putih dan memakai celana warna hitam, baju lengan Panjang bedanya pada debat semalam tidak melipat lengang baju sampai disiku sebagaimana debat sebelumnya dan pada debat semalam  Jokowi juga telah  memakai kopiah. Makruf Amin semalam tetap memakai pakaian dengan gaya seperti sebelumnya memekai baju dengan paduan kain sarung melilit dipinggang hanya memang masih kurang harmonisasi bila disandingkan dengan gaya busana Jokowi.
Sebagaimana pada debat  sebelumnnya Prabowo dan Sandi tampil sangat  rapi  dalam berbusana, dengan memakai setelan jas warna gelap dengan baju warna putih dan dasi warna merah dilengkapi dengan kopiah hitam yang membuat  penampilan  Prabowo-Sandi semalam  keliatan sangat rapi, elegan dan berwibawa serta nasionalis enak dipandang mata.
Pada saat pemaparan visi dan misi yang dimulai oleh paslon Prabowo-Sandi nampak kekompakan pasangan 02 ini, durasi waktu waktu 4 menit yang diberikan dimanfaatkan dengan sangat baik bagi pasangan ini dan satu hal yang sangat positif karena bukan hanya Prabowo yang menyampaikan visi dan misi tetapi Sandi juga diberi waktu oleh Prabowo untuk menyampaikan visi dan misi berbanding terbalik dengan apa yang terjadi pada pasangan 01 Jokowi-Makruf, pada pemaparan visi dan misi mutlak semuanya disampaikan oleh Jokowi dan Makruf hanya menjadi pendengar. Jadi sangat layak kalau dalam hal penampilan dan kerjasama pasangan   Prabowo-Sandi mendapat nilai 9 sedangkan pasangan Jokowi-Amin hanya mendapat nilai 6.
2.   Visi dan Misi
Jokowi-Makruf : 6
Prabowo-Sandi: 9
Pemaparan Visi dan Misi kedua pasangan semalam  diberi durasi waktu selama 4 menit, dengan  waktu  yang hanya masing-masing 4 menit kedua paslon dipersilahkan menyampaikan visi dan misi secara singkat tentang program apa yang akan dilakukan nanti terhadap ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, dan industri apabila terpilih nanti.
Dalam Visi dan Misi ini Prabowo menyampaikan kalua arah pembangunan kita berada dalam arah yang salah dan bila ini diteruskan maka tidak kan memungkinkan membawa kearah kesejahteraan masyarakat dan ini telah menyimpang dari cita-cita pendiri bangsa sebagaimana yang terdapat dalam UUD 1945 hal ini ditandai dengan mengalirnya kekayaan Indonesia ke luar negeri dan terjadi deindustrialisasi,
kalau negara lain industrialisasi kita deindustrialisasi,
Karena deindustraliasi itu, kata Prabowo, Indonesia saat ini tak memproduksi apa-apa. Indonesia hanya menerima hasil produksi dari negara lain.
Prabowo pun berjanji untuk mengubah itu semua.
"Sekarang bangsa Indonesia tidak produksi apa-apa. Menerima produksi dari bangsa-bangsa lain. Ini kelir dan harus kita ubah, Prabowo-Sandi akan merubah hal ini karena menyimpang dari philosophi dan tidak kelas dalam strategi. Sandiaga dalam visi misi ini menyatakan alhamdulillah negeri kita sangat kaya, kampanye selama 8 bulan di lebih 1550 kunjungan sandi telah bertemu dan mengaru biru rakyat menebarkan semangat optimisme rakyat menitipkan keluh kesah dari kaum ibu, emak-emak, dari melinium yang sangat muda, bapak-bapak,petani,nelayan, guru honorer, para pekerja semua menginginkan tema ekonomi  menjadi tema utama yang Sandi sebut sebagai referendum ekonomi, Sandi melihat dan mendengar langsung dari masyarakat bahwa kita perlu kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas. Ekonomi yang bertumbuh sekarang belu, dirasakan masyarakat karena lapangan pekerjaan belum tercipta pertumbuhan 5 % sekarang disebut jebakan 5 % dikeluhkan oleh ibu Nurjannah di Langkat Sumatra Utara, ibu Nurjannah  menyatakan sepi sekarang pembeli yang datang ke tokonya yang ada di pasar, untuk itu Sandi menyatakan ekonomi harus bertumbuh dengan membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan memastikan harga-harga bahan pokok terjangkau sehingga tidak membebani masyarakat.
Sementara itu dalam pemaparannya menyatakan bahwa selama 4.5 tahun bersama Jusuf Kalla teluh berusah keras menegmbalikan watak asli pembangunan negara Indonesia yaitu tidak bertumpu pada pertumbuhan ekonomi saja tapi juga bertumpu pada pemerataan, karena pertumbuhan ekonomi tanpa pemerataan adalah suatu ketimpangan baik itu ketimpangan antara kaya dan miskin, ketimpangan antara wilayah dan juga akan menyebabkan ketidak adilan untuk itu kita membangun infra struktur tidak dujawa saja, tidak jawa sentris tetapi Indonesia sentris dengan pemabngunan infra struktur itu diharapkan ada titik-titik ekonomi baru di luar jawa baik berupa kawasan industry kecil, ekonomi khusus, baik ekonomim khusus parawisata yang berimas pada barang-barang kerajinan di desa dan juga akan terus memperjuangkan kemandirian ekonomi Indonesia oleh sebab itu sumber daya alam strategis yang sebelumnya dikelola oleh asing dikuasai negara seperti blok Mahakam, blok rokam dan juga freeport, kemandirian ini sangat penting untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Kemudian di bidang kesejahteraan Jokowi-Makhruf akan mengeluarkan Kartu Indonesia Pintar yang diharapkan anak-anak yang tidak mampu bisa kuliah, yang kedua akan mengeluarkan kartu pra kerja dengan kartu ini akan diadakan pelatihan-pelatihan kerja baik di dalam maupun di luar negeri bagi lulusan SMA,SMK, Perguruan Tinggi maupum korban PHK/ yang terakhir Jokowi juga akan menegeluarkan kartu sembako murah  yang akan memberikan discount oleh pemerintah karena ini telah disubsidi.
Berdasarkan isi materi visi dan misi keduanya sangat jelas kalau apa yang disampaikan Prabowo-Sandi jauh  lebih baik dan terperinci apa dari yang disampaikan  Jokowi, apa yang disampaikan oleh Prabowo-Sandi benar-benar sangat trendi dengan situasi dan kondisi  masyarakat sekarang ini, penyelsaian masalahyang ditawarkan juga sangat logis dan diterima dan dianggap masuk akal oleh berbagai kalangan, apa yang disampaikan oleh Sandi benar-benar mewakili segala elemen masyarakat Indonesia yang menginginkan perubahan dan perbaikan ekonomi yang memberatkan masyarakat saat ini malai  dari listrik,pupuk,pengangguran kebutuhan pokok yang mahal dan ketidak jelasan nasib guru honorer.
Berbeda dengan  apa yang disampaikan Jokowi seperti mengambang dan kurang jelas seperti kartu sembako urah yang ditawarkan banyak kalangan masyarakat menyatakan ini berarti apabila Jokowi terpilih nanti sembako akan tetap mahal dan Jokowi tidak bisa menurunkan harga pangan, karena kalua Jokowi bisa menurunkan harga pangan untuk apa da kartu sembako murah, dan penggunaan kartu ini juga dipertanyakan mau digunakan dimana ? mang semua penjual dipasar mau nerima ?
Jadi sangat pantas kalau dalam sesi Visi dan misi ini Jokowi hanya pantas di beri nilai 6 sedangkan Prabowo layak diberi nilai 9.
3.   Penguasaan Materi dan Kemampuan Menjawab Pertanyaan   Dalam Debat.
Jokowi-Makruf : 6 Prabowo-Sandi : 9
Pada kesempatan memberi pertanyaan pada kubu petahana, Sandiaga membaca surat keberatan atas holding penerbangan.
"Pertanyaan ke kami adalah sebuah surat yg disampaikan kepada kami. Intinya surat ini berbunyi saya memohon dengan sangat, bila kelak Prabowo-Sandi mendapat amanah Allah SWT menjadi pemimpin negeri ini, tolong holding BUMN sektor penerbangan," kata Sandiaga .
Sandiaga juga mengatakan bahwa ada sejumlah pihak yang khawatir dengan adanya pembentukan holding BUMN penerbangan. Pihak tersebut adalah. 
            "Saya memohon dengan sangat, bila kelak Prabowo-Sandi mendapat amanah Allah SWT menjadi pemimpin negeri ini, tolong holding BUMN sektor penerbangan bagi karyawan perusahaan kami terancam terlempar dari status BUMN, dan meresahkan kami dan keluarga kami," katanya.
Dia pun mengatakan bahwa masyarakat menginginkan adanya perubahan pengelolaan di sektor ekonomi.
"Masyarakat menginginkan perubahan pengelolaan ekonomi," kata Sandiaga.
Capres petahana, Jokowi lantas menjawab akan membentuk beberapa holding BUMN lainnya. Setelah membentuk holding BUMN, nantinya juga akan ada super holding BUMN.
            "Saya kira ke depan kita akan membangun holding-holding BUMN, baik yang berkaitan dengan konstruksi, holding migas, holding berkaitan pertanian dan perkebunan, perdagangan. Akan ada holding-holding dan di atasnya (ada) super holding," kata Jokowi.
Oleh karena itu, BUMN-BUMN ke depan kata Jokowi harus berani ke luar kandang. Dia ingin BUMN bisa membuka pasar lebih luas jaringan sehingga swasta nantinya juga bisa ikut terkerek usahanya.
"Sudah mulai sekarang perusahaan-perusahaan karya kita kerjakan di Timur Tengah. INKA juga sudah ekspor kereta api. Kalau semua kita lakukan, swasta akan ikut di belakangnya. Ini yang namanya Indonesia Incorporation, sehingga yang kecil-kecil juga akan ikut di belakangnya," ujar Jokowi.
Jokowi juga memamerkan keberhasilan BUMN pada pemerintahannya. Salah satunya adalah merebut kepemilikan kekayaan alam dari tangan pihak asing.
Jokowi memberi contoh aset kekayaan alam yang sebelumnya dikelola oleh asing, seperti Blok Rokan, Blok Mahakam, dan Freeport Indonesia yang kini telah dikelola oleh BUMN seperti PT Pertamina (persero) dan PT Inalum (Persero).

"Perusahaan besar yang mengelola Blok Rokan, Blok Mahakam, sekarang sudah diambil oleh Pertamina. Freeport yang dulu 9% sudah diambil Inalum 51,2% artinya BUMN kita mampu memperkuat akuisisi itu," ungkap Jokowi.
Dari prestasi BUMN tersebut, Jokowi mengatakan agar tak ada yang perlu diragukan lagi. Sebab, bila masyarakat ragu hal itu akan berdampak pada perkembangan negara itu sendiri.

"Kalau kita masih ragu bagaimana memiliki kemampuan mengelola blok-blok besar yang tentu saja memberikan uang yang besar. Kalau kita selalu memandang segala sesuatu yang optimis ada negara maju. Di manapun yang kalau rakyat nggak optimisme bagaimana mau menyelesaikan masalah yang ada," ungkapnya.
Calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto menyindir Joko Widodo (Jokowi) yang akan membangun super holding BUMN. Menurut Prabowo, sebaiknya pemerintah sekarang mengelola /BUMN lebih baik. "Pak Jokowi apakah mengerti dan paham apa yang terjadi di BUMN, BUMN adalah benteng terakhir ekonomi kita, benteng itu goyah," kata Prabowo.
            Dia menceritakan, hasil studi Bloomberg mengenai industri penerbangan bisa untung jika penerbangan Jepang tingkat keterisian bangkunya sebesar 60% setiap kali terbang. Sedangkan Garuda Indonesia, dari hasil studi itu harus 120%. Menurut Prabowo, hal tersebut justru membuat Garuda Indonesia sulit dan tidak akan mampu mencetak keuntungan. "Jadi tidak bisa untung, jadi bikin holding, holding, holding, sekarang saja tidak dikelola dengan baik, ini yang kita risau," tegas Prabowo.
            Sementara itu, cawapres 02 Sandiaga Uno mengungkapkan fungsi dari BUMN seharusnya adalah menjadi penyanggah ekonomi rakyat dengan mampu menyerap tenaga kerja dan bisa memberikan bahan pokok yang terjangkau.
"Kuncinya BUMN menjadi penyanggah ekonomi rakyat dan harga bahan pokok terjangkau," ujar Sandi. Cawapres 02 Sandiaga mempertanyakan solusi capres 01 Jokowi menangani neraca dagang Indonesia yang tekor US$ 8 miliar tahun lalu. Apalagi, Jokowi disebut pernah menyatakan neraca dagang yang tekor ini sebagai sebuah kebodohan.
"Satu berita bahwa neraca dagang Republik Indonesia masih tekor berapa, menyatakan 'bodoh banget kita' dan tentunya ini menjadi suatu hal yang membuat kami tersenyum bahwa sekarang kita defisit neraca perdagangan minus US$ 8 miliar dengan RRC kita minus US$ 18 miliar," kata Sandi dalam debat capres kelima di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).
            Capres petahana Jokowi pun menjawab, neraca dagang saat ini mengalami perbaikan. Buktinya, defisit pada kuartal I tahun 2019 turun.
"Saya kira data terbaru yang saya sampaikan, tahun 2018 memang neraca kita defisit US$ 8 miliar. Tapi kuartal tahun ini defisit kita turun US$ 0,67 miliar. Artinya usaha kita bukan main-main," kata Jokowi.
            Jokowi bilang, saat ini dirinya mendorong untuk memproduksi barang-barang substitusi impor di dalam negeri. Tujuannya agar impor bisa ditekan sehingga neraca dagang bisa membaik.
            Di sektor migas, Jokowi mengatakan tengah mendorong pembangunan kilang. Kemudian, dirinya juga mendorong industrialisasi. "Oleh karena itu, industrialisasi dan hilirisasi kita akan paksa dengan kebijakan. Kita juga akan batasi ekspor produk-produk sumber daya alam agar tidak terjadi transfer pricing. Tapi ini kan perlu waktu," ungkapnya.
Pernyataan Sandiaga mengenai neraca dagang yang tekor di 2018 benar adanya. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) seperti dikutip detikFinance, ekspor Indonesia sepanjang 2018 mencapai US$ 180,06 miliar. Sementara, realisasi impor tercatat sebesar US$ 188,63 miliar. Artinya, neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2018 defisit sebesar US$ 8,63 miliar.
Defisit neraca perdagangan tersebut menjadi yang paling besar setelah tahun 1975 yang mencapai US$ 8,57 miliar.
Cawapres 02 Sandiaga mengatakan, neraca dagang yang tekor merugikan masyarakat. Menurutnya, hal itu mengkhawatirkan."Kami melihat ujungnya dirasakan masyarakat, dengan defisit dagang kita hadapi, ini justru mengkhawatirkan kita," kata Sandiaga.
Menurut Sandiaga, dari kondisi neraca perdagangan yang masih tekor banyak dikeluhkan oleh masyarakat, khususnya terkait dengan mahalnya produk bahan pokok dan energi seperti listrik.
"Bahwa kalau kita alami defisit neraca dagang dengan membuka impor, mestinya harga pangan terjangkau, mestinya harga energi yang dikeluhkan ibu-ibu, harga listrik naik, harga bahan pokok naik, tidak diselesaikan dengan kebijakan dagang kita," ujar dia.
            Sandiaga mengungkapkan, akan menyelesaikan dengan strategi big push atau dorongan besar menyelesaikan tekor neraca perdagangan Indonesia. Hanya saja, Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini tidak menjelaskan secara jelas strategi yang dimaksud seperti apa.
            "Kami punya strategi dorongan besar kita kembangkan bagaimana swasembada pangan, dengan pupuk dilancarkan, dan stop impor saat panen, kalau energi kita bangun biofuel," ungkap dia.
Masalah impor menjadi bahan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto untuk menyerang lawannya dalam pilpres, Joko Widodo (Jokowi). Prabowo mengkritik Jokowi yang sudah 4,5 tahun memimpin Indonesia, namun tetap memberikan izin impor.
            Menurut Prabowo, para petani dan nelayan menjadi korban dengan maraknya impor. 
Dia juga menyindir Jokowi lebih memilih membangun infrastruktur yang justru memuluskan produk luar negeri. Jokowi pun menanggapi tudingan itu. Dia menegaskan bahwa membangun perekonomian harus dibedakan secara makro dan mikro.
            Tudingan Prabowo itu diungkapkannya saat menjawab pertanyaan Tim Panelis KPU mengenai strategi menjaga produktivitas petani dan nelayan di tengah harga komoditas turun."Di sini letak masalah di mana saya singgung ekonomi kita salah arah. Bahwa terjadi deinsdustrialisasi dan terjadi tidak adanya strategi yang dijalankan oleh pemerintah," kata Prabowo.
            Prabowo mengatakan niat dan strategi pemerintah kabinet kerja dalam mengejar hilirisasi sudah sangat baik. Hanya saja, kenapa pemerintah masih melakukan kegiatan impor demi memenuhi kebutuhan dalam negeri. "Tadi niat Pak Jokowi bagus, tapi sudah berkuasa 4,5 tahun kenapa izinkan impor,"ujar dia. Menurut Prabowo, dengan masih adanya kegiatan impor tentu berdampak buruk bagi keberlangsungan hidup para petani tanah air. Bahkan, Ketua Umum Partai Gerindra ini menganggap bahwa infrastruktur yang gencar dibangun pemerintah hanya memuluskan produk luar negeri masuk ke Indonesia.
            "Petani hancur kenapa tidak melakukan indsutrialisasi, kenapa infrastruktur, jangan mempermudah barang laur masuk ke Indonesia bukan barang Indonesia ke laur," tegas Prabowo.
Oleh karena itu, Prabowo mengungkapkan perlunya strategi pembangunan yang tepat serta kebijakan yang tegas. "Policy tegas hentikan aliran uang ke luar negeri dan fokus bangun industri segala bidang. Saya setuju hilirisasi tapi kenapa bapak nggak laksanakan 4,5 tahun dan kenapa izinkan menteri bapak izinkan masuk komoditas asing begitu pesatnya," ungkap dia.
            Capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) merespons capres nomor urut 02 Prabowo yang menuding kinerja pemerintah 4,5 tahun terakhir pernyataan soal kemandirian ekonomi masih rendah. Prabowo bilang Indonesia masih banyak mengandalkan impor dan merugikan banyak petani di Indonesia.
pada penutup acara Prabowo-Sandi berjanji tak mengambil gaji hal ini diutarakan Sandiaga, Sandi mengatakan dirinya sudah merasa cukup secara ekonomi.
"Allah SWT sudah begitu baik kepada padi. Kami juga berterima kasih pada Indonesia, yang luar biasa kepada kami. Kami berkomitmen untuk tidak ambil gaji serupiah pun jika kami dapat amanah ini," tutur Sandiaga saat menyampaikan pernyataan penutup, Sandiaga mengatakan gaji yang seharusnya diterima untuk dia dan Prabowo akan diberikan kepada sejumlah pihak. "Kepada negara, kaum yatim, dan juga duafa," tutur Sandiaga.

Berdasarkan uraian diatas nampak sekali keunggulan dari Prabowo -Sandi atas Jokowi-Amin. Jadi atas pertimbangan tersebut di atas maka sangat wajar kalau dalam hal ini Jokowi hanya mendapat nilai 6 dan untuk Prabowo-Sandi dalam sesi ini penulis anggap sangat pantas untuk mendapat nilai 9.
Sementara dari hasil Google Trends juga menunjukkan keunggulan Prabowo yang sangat signifikan terhadap Jokowi.
Saat acara debat berakhir, tepatnya Pukul 23.06 WIB, popularitas kedua pasangan capres dan cawapres 2019 ini kembali mengalami perubahan. Popularitas pasangan Prabowo Sandi meningkat ke angka 88,68%, sementara pasangan Jokowi Amin menurun ke angka 11,32%.
  ++ Andi B. Amien Asgf ++

Tidak ada komentar:

Terkini

Danrem 143/HO Serahkan Secara Simbolis Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Gugus Tugas Nasional Covid 19 Kepada Gubernur Sulawesi Tenggara.

Kendar,Teropongtimeindonesia.com – Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Gugus Tugas Nasional penanganan penyebaran virus Corona (Covi...